Buruh Pabrik di Garut Hendak Bunuh Diri di Tempat Kerjanya, Pemicunya Membuat Para Orang Tua Miris

Seorang buruh pabrik di Garut hendak bunuh diri di tempatnya bekerja, pemicunya membuat banyak orang tua miris yang membuat korban tertekan.

Farhan
Senin, 20 Maret 2023 | 15:59 WIB
Buruh Pabrik di Garut Hendak Bunuh Diri di Tempat Kerjanya, Pemicunya Membuat Para Orang Tua Miris
Seorang buruh pabrik di Garut hendak bunuh diri di tempat kerjanya.(Foto: Suara.com)

SuaraGarut.id - Seorang buruh pabrik nekad ingin melakukan bunuh diri di tempatnya kerja. Namun niatnya itu berhasil digagalkan rekan kerjanya.

Pemicu buruh pabrik itu ingin mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri membuat para orang tua yang mendengarnya miris.

Salah seorang warga tempat tinggal korban, Asep (32) mengatakan, buruh pabrik tersebut nekad ingin mengakhiri hidupnya karena menjadi korban pencabulan.

"Jadi keterangan dari yang bersangkutan dan sejumlah saksi yang mendampingi. Buruh pabrik itu mau mengakhiri hidup karena jadi korban pencabulan ayah kandungnya," ungkap Asep, Senin (20/3/2023).

Baca Juga:Tampak Pakai Kursi Roda di Bandara, Kun WayV Alami Cedera Kaki saat Konser

Perisitwa itu diketahui warga setempat, kata Asep, setelah korban bersama temannya mengadu ke rumah Ketua RT dan RW pada Sabtu (18/3/2023).

Menurut Asep, korban menjadi korban pencabulan ayahnya sejak duduk di bangku SMP di tahun 2014.

"Korban diancam oleh ayahnya berinisial YN sehingga kejadiannya terus berulang sampai sekarang," ujarnya.

Asep melanjutkan, sebenarnya korban terus menghindar bahkan sempat ngekos di dekat tempatnya kerja. Namun YN selalu datang untuk melampiaskan nafsunya.

"Terakhir korban tinggal di rumah temannya di Wanaraja. Namun YN kembali datang sehingga membuat korban ketakutan dan ingin bunuh diri," ucapnya.

Baca Juga:4 Zodiak yang Selalu Ingin Mengontrol Segala Hal, Kamu Termasuk?

Warga setempat telah menangkap YN dan menyerahkan kasus pencabulan ini ke Polsek Kadungora. Sementara korban memilih tinggal di rumah temannya di Wanaraja.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Deni Nurcahyadi mengaku telah menerima limpahan kasus dari Polsek Kadungora.

"Baru sekarang menerima limpahan kasusnya. Korban dan pelaku akan dilakukan pemeriksaan," pungkasnya.(*)

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

Berita

Terkini

Tampilkan lebih banyak